Home » News » Akbar : Popularitas Jokowi Bisa Turun Kalau Harga BBM di Naikan

Akbar : Popularitas Jokowi Bisa Turun Kalau Harga BBM di Naikan



Jakarta – Menjelang masa pemerintahaan baru Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dihadapkan ujian berat, antara menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atau tidak sama sekali, karena dukungan masyarakat yang bisa gebitu besar pada saat Pilpres kemarin bisa berbalik menentang Jokowi.

Akbar : Popularitas Jokowi Bisa Turun Kalau Harga BBM di Naikan

“Sebagian besar masyarakat menggantungkan harapan tinggi terhadap pasangan tersebut. Namun, jika pada pemerintahannya Jokowi menaikkan harga BBM, dikhawatirkan akan membuat masyarakat kecewa,” tegas Rully Akbar, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Dari survei yang dilakukan LSI pada 24-26 Agustus 2014 sebagian besar menolak rencana kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, dari 1.200 responden tercatat sebanyak 73,17 persen menolak kenaikkan BBM.

“Sementara yang setuju hanya 21,46 persen dan yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 5,37 persen,” sambungnya.

Baca Juga :

Bisa diprediksi jika presiden terpilih Jokowi dimasa pemerintahan nya nanti menaikkan harga BBM akan mengurasi popularitasnya mengingat SBY juga pernah mengalami hal yang sama kala kenaikkan harga BBM.

“Pada pemerintahan SBY, tingkat popularitasnya pada awal terpilih sangat tinggi. Namun, dalam enam bulan pemerintahan tingkat kepuasan menurun dan terus menurun pada pemerintahan 12 bulan,” tutupnya. (Moch Asnan – www.sisidunia.com)