Home » Travel & Kuliner » Wisata Surabaya : Kuliner Ikan Asap di Sisi Jembatan Suramadu

Wisata Surabaya : Kuliner Ikan Asap di Sisi Jembatan Suramadu



Surabaya – Kota Surabaya memang memiliki jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, yaitu Jembatan Nasional Suramadu. Jembatan ini adalah jembatan penghubung antara Pulau Jawa Pulau Jawa tepatnya Surabaya, dengan Pulau Madura tepatnya kabupaten Bangkalan, Kamal. Tempat ini memang sudah sangat terkenal sebagai icon wisata di Jawa Timur, karena banyak yang datang hanya untuk melihat dan merasakan menyeberangi jembatan ini secara langsung.

Kuliner Ikan Bakar Suramadu

Taman di bawah fly over Jembatan Suramadu ini pun mulai dibangun dan diperasri agar wisatawan yang hanya ingin menikmati keindahan jembatan ini dari sisi Surabaya tidak terganggu dengan terik matahari yang menyengat. Udara pantai lengkap dengan panorama laut biru di kejauhan, serta kapal kapal ferry maupun nelayan yang berlalu-lalang mampu membuang semua kepenatan. Wisatawan dapat menikmati suasana tersebut sambari menikmati kuliner khas pesisir pantai Surabaya yang disediakan di warung-warung sepanjang jalan Tambak Wedi. Jejeran warung tempat pengasapan ikan dengan bau harum ikan asap siap menyambut perut anda.

Mulai dari Tongkol, Tengiri, Kerapu maupun ikan Pe siap dipilih untuk dikonsumsi ditempat, disajikan dengan nasi putih dan sambal terasi yang sedap dan membuat lidah bergoyang. Dengan harga Rp 3000 – Rp 5000, ikan- ikan asap ini tidak akan membuat kere jika ingin memborongnya sebagai oleh-oleh khas Surabaya. Model pengasapan yang dilakukan oleh para pedagang masih sangat tradisional yaitu dengan mengipas arang seperti penjual sate, dan prosesnya dapat dilihat langsung sebagai hiburan pecinta kuliner.

Menurut Mucklisah kepada Sisidunia.com (24/07/2014) rasa dari ikan ikan yang diasap dengan cara ini akan lebih enak dan gurih, berbeda jika dimasak dengan tungku massal. Semakin besarlah keingnan untuk menyantap ikan-ikan asap Muklisah, apalagi ditemani senja yang membuat sorot lampu di Jembatan Suramadu ini mulai nyala dan berdansa. (Deni Suroyo – Sisidunia.com)