Home » Travel & Kuliner » Berkunjung dan Belajar di Kampung Wisata Jambangan Surabaya

Berkunjung dan Belajar di Kampung Wisata Jambangan Surabaya



Surabaya – Warga kota besar kurang memperhatikan pentingnya menciptakan suasana tempat tinggal yang sehat dan nyaman, tapi tidak di Kampung Wisata Jambangan Surabaya, Jawa Timur. Dihuni oleh 3800 orang, dengan mengusung konsep “Hemat Energi, Kelola Sampah, Hijau Lingkungan”, Kampung Wisata Jambangan Surabaya berhasil menjadi kampung yang mandiri dalam pengelolaan sampah, istalasi pengolahan air bersih dan pengolahan air limbah, serta menjadi proyek percontohan kampung berwawasan lingkungan.

kampung-wisata jambangan surabaya

Masuk ke Kampung Wisata Jambangan, wisatawan akan disambut dengan pemandangan hijau, dedaunan yang menutupi rumah rumah dan pagar warga, udara segar serta suasana nan asri. Jalan di kampung ini ditutupi oleh paving yang dicat beraneka warna, menambah semaraknya suasana. Sebuah Perpusatakaan umum yang penuh dengan buku-buku tentang pengellaan lingkungan turut menyambut serta menambah rasa betah berada di kampung ini

Kampung yang dulunya dikenal sangat kumuh dan jorok ini sekarang memiliki 4 bank sampah yang dapat menjadi penghasilan bagi warganya. Tidak semua sampah dijual kembali ke pengepul, sampah yang telah disetorkan warga dipilah dahulu, sebagian digunakan untuk pembuatan barang kerajinan yang cantik dan bernilai jual. Hal ini tidak lepas dari jasa seorang warga bernama Sriyatun Djupri yang mendapatkan penghargaan kalpataru karena telah berhasil mengajak warganya untuk tidak buang hajat di sungai serta menata kampungnya agar rapi, hijau, bersih dan layak huni.

Baca Juga :
Kebun Bibit Wonorejo, Danau Taman Wisata Edukasi di Surabaya

Berkunjung ke Kampung wisata Jambangan Kamis,(24/07/2014) tim Sisidunia.com disambut oleh Pak Yadi yang dengan semangat menjelaskan tentang proses komposting di 3 komposter komunal, icon kampung Wisata Jambangan. Seluruh wisatawan yang berkunjung ke kampung ini dapat belajar tentang cara komposting maupun cara mengelola air limbah rumah tangga yang dihasilkan dari mencuci dan mandi. Air limbah tersebut dimurnikan kembali dengan metode penyaringan khusus yang akhirnya, meski tidak layak untuk air minum, air tersebut dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman dan berguna pula sebagai sanitasi lingkungan. Warganyapun tidak segan segan dalam membagi ilmu dan informasi kepada wisatawan. (Deni Suroyo – Sisidunia.com)