Home » News » Hasil Real Count Pilpres 2014: Perolehan Suara Jokowi-JK di 28 Provinsi mendekati Quick Qount

Hasil Real Count Pilpres 2014: Perolehan Suara Jokowi-JK di 28 Provinsi mendekati Quick Qount



Jakarta – Komisi Pemilihan umum telah menetapkan perolehan sementara hasil rekapitulasi penghitungan suara di 28 provinsi. Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sementara ini masih mengungguli perolehan suara yang telah masuk dalam perhitungan KPU. Pasangan nomor urut 2 ini telah mendekati perhitungan quick count yang telah di keluarakan oleh beberapa lembaga survei yang selama ini telah di beritakan.

Hasil Real Count Pilpres 2014: Perolehan Suara Jokowi-JK di 28 Provinsi mendekati Quick Qount

Real Count

Pasangan Jokowi-Jk masih mengungguli pasangan Prabowo-Hatta dengan perbandingan cukup suara di beberapa daerah yang telah disah kan perolehan suaranya oleh KPU. Proses rekapitulasi sendiri berjalan agak alot mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi selama proses perhitungan tersebut. Rapat rekapitulasi sendiri di adakan di gedung KPU sampai memasuki dini hari yang akan dilanjutka pada pukul 10:00 pagi, yang melibatkan beberapa pihak, pihak dari kedua pasangan calon, Bawaslu dan KPU sendiri sepakat untuk diskros sampe waktu yang telah ditentukan.

Pasangan Jokowi-Jk mengungguli pasangan Prabowo-Hatta di beberapa daeraha yang menjadi basis tempat pemenangan pasangan nomor urut 2 tersebut diantara suara perolehan di provinsi Bali dan Jawa Tengah mendapatakan suara yang mencolok. Sedangkan Pasangan nomor urut 1 unggul mencolok pada Provinsi Sumatera barat dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga : Hasil Real Count Pilpres 2014: Rekapitulasi Suara 25 Provinsi Jokowi-JK Tetap Unggul

Dari hasil rekapitulasi masih menyisakan beberapa provinsi lagi yang masih belum disahkan diantara provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Papua, Maluku Utara dan DKI Jakarta pemilihan Luar negeri. Untuk dua yakni provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara menjadi perdebatan antar saksi dari kedua pasangan, karena adanya indikasi kecurangan yang terjadi selama proses perhitungan. (Fauji Nur – sisidunia.com )