Home » Travel & Kuliner » Mangrove Gunung Anyar (WAM), Satu Lagi Wisata Alam di Surabaya

Mangrove Gunung Anyar (WAM), Satu Lagi Wisata Alam di Surabaya



Surabaya – Tak henti hentinya menggalakkan penghijauan lingkungan Surabaya menambah lagi satu wilayah serapan air di kotanya. Selain Ekowisata Mangrove Wonorejo, kota Pahlawan ini juga merealisasikan kawasan Wisata Anyar Mangrove (WAM). Objek wisata yang masih tergolong baru ini berada di daerah Gunung Anyar, sekitar 2 km arah timur kampus UPN Veteran.

Wisata Anyar Mangrove WAM Surabaya

Wisata Anyar Mangrove (WAM) kawasan wisata ini juga sering disebut Mangrove Gunung Anyar, mulanya berfungsi menyediakan nutrisi bagi ikan-ikan, dan mencegah terjadinya erosi akibat air laut. Pihak pengelolah memberikan fasilitas sebagai Ekowisata Mangrove Wonorejo, sebagai rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi serta menjadi rumah bagi berbagai jenis spesies diantaranya adalah dan mampu 147 spesies burung juga monyet ekor panjang. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di sini, 12 spesies termasuk jenis yang dilindungi. Bermacam jenis burung air seperti kuntul perak, pecuk hitam, mandar padi, mandar batu, dan kowak malam. Di sana juga sebagai tempat persingahan ribuan burung migran setiap tahun.

WAM Surabaya diresmikan pada tanggal 1 Januari 2010 oleh Walikota Surabaya waktu itu yakni Bambang DH. Untuk mencapai objek wisata ini harus menggunakan perahu nelayan untuk menuju area mangrove. Wisatawan yang berminat datang ke tempat ini juga bisa ikut menanam dan merawat bakau di area tersebut. Wisata Anyar Mangrove melayani wisatawan setiap hari dari jam 10.00 – 17.00 WIB. Harga karcis (termasuk naik perahu) sebesar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 8.000  untuk anak-anak.

Gilang (20) (20/072014)  mengatakan bahwa tempat ini sangat sesuai untuk berekreasi seru bersama sembari menikmati udara segar bersama teman-temannya. Untuk wisatawan yang datang secara berkelompok, bisa memesan terlebih dahulu satu minggu sebelumnya. Pihak pengelola juga menyediakan menu makanan (nasi) dengan lauk hasil laut di WAM, seperti kepiting, bandeng, udang dan lainnya dengan patokan harga yang masih terjangkau. Fasilitas lainnya terdapat pula gazebo (pos pantau mangrove).(Deni Suroyo – Sisidunia.com)