Home » Travel & Kuliner » Hutan Mangrove Wonorejo, Wisata Alam Kota Surabaya

Hutan Mangrove Wonorejo, Wisata Alam Kota Surabaya



Surabaya – Surabaya memang kota yang bergerak membangun dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Masih dalam wilayah hingar bingar kota metropolitan Surabaya, terdapat Wisata Hutan Mangrove Wonorejo. Hutan Mangrove Wonorejo ini dibangun karena Surabaya dalam gemerlapnya tetap membutuhkan lahan penyelamat lingkungan dari bahaya erosi dan banjir.

hutan mangrove wonorejo

Dalam pengembangannya Hutan Mangrove ini difungsikan pula sebagai wisata air dan ekowisata. Jauh dari keramaian kota, Hutan Mangrove Wonorejo adalah tempat yang cocok untuk menikmati ketenangan alam. Berlokasi dekat dengan Bandara Juanda Surabaya, Hutan Mangrove Wonorejo menawarkan udara yang segar dan keindahan alam, pemandangan garis pantai Timur Surabaya serta eksotisnya flora dan fauna, karena keberadaan hutan mangrove ini telah menjadi habitat bagi berbagai jenis burung termasuk burung migran dan burung yang dilindungi seperti Bubut Jawa, Raja Udang, Kuntul, dan lain sebagainya. .

Disebutkan oleh Joko Suwondo, Ketua pengelola tempat ekowisata mangrove, kepada Sisidunia.com (20/07/2014), Ekowisata Mangrove Wonorejo ini dijadikan salah satu tempat referensi bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, Bahkan kawasan ini pernah menjadi percontohan dalam proyek Mangrove Ecosystem Conservation and Sustainable Use (MECS) yang merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Kehutanan RI dengan Japan International Agency (JICA).

Di Hutan Mangrove Wonorejo anda dapat berjalan menyusuri jembatan bambu di atas air dan menembus hijaunya Hutan Mangrove Wonorejo. Alternatif lain adalah menikmati Wisata Hutan Mangrove Wonorejo dengan menggunakan perahu berkapasitas 10 dan 40 orang yang dapat digunakan menuju lokasi jogging track dan gazebo yang langsung bermuara di Laut Jawa. Tiap perahu telah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai dan seorang petugas yang akan menjelaskan seputar kawasan ekowisata mangrove ini. Biaya menumpang perahu ini relatif masih murah, cukup dengan Rp 25 ribu, wisatawan sudah dapat melihat betapa indahnya hutan mangrove ini. Sayangnya, fasilitas tempat wisata ini masih terbatas dan perlu banyak perbaikan. (Deni Suroyo – Sisidunia.com)