Home » News » Saham Viva TV One Terus Bergerak Turun Usai Pilpres

Saham Viva TV One Terus Bergerak Turun Usai Pilpres



Jakarta – Hasil quick count berbeda yang ditayangkan oleh TVone dan MNC dibanding lembaga survey pada umumnya ternyata berpengaruh besar pada stasiun TV milik Bakrie dan MNC group. Hal ini terlihat dari penurunan harga saham yang dialami oleh Viva yang merupakan induk dari TVone.

Saham Viva TV One Terus Bergerak Turun Usai Pilpres

Data Perdagangan Bursa Efek Indonesia

Seperti pantauan sisidunia.com dilantai bursa (16/07/2014), penurunan kurang menggembirakan dialami oleh Viva yang pada empat perdagangan berturut2 terus melemah. Sedangkan MNC yang awalnya melemah, kini bisa kembali menguat pada sesi perdagangan berikutnya. Hal serupa juga dialami oleh MDIA selaku induk dari ANTV.

Seperti apakah pergerakan saham dari stasiun TV tersebut ? Berikut adalah ulasannya seperti yang terlihat pada data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) :

Pergerakan saham VIVA pasca Pilpres:
Kamis 10 Juli 2014 turun dari Rp 267 ke Rp 250
Jumat 11 Juli 2014 turun dari Rp 250 ke Rp 234
Senin 14 Juli 2014 turun dari Rp 234 ke Rp 225
Selasa 15 Juli 2014 turun dari Rp 225 ke Rp 221

Pergerakan saham MNCN pasca Pilpres:
Kamis 10 Juli 2014 turun dari Rp 2.780 ke Rp 2.560
Jumat 11 Juli 2014 naik dari Rp 2.575 ke Rp 2.635
Senin 14 Juli 2014 naik dari Rp 2.655 ke Rp 2.665
Selasa 15 Juli 2014 naik dari Rp 2.665 ke Rp 2.675

Pergerakan saham MDIA pasca Pilpres:
Kamis 10 Juli 2014 stagnan di Rp 1.885
Jumat 11 Juli 2014 stagnan di Rp 1.890
Senin 14 Juli 2014 naik dari Rp 1.800 ke Rp 1.875
Selasa 15 Juli 2014 naik dari Rp 1.750 ke Rp 1.890

Pergerakan saham EMTK pasca Pilpres:
Kamis 10 Juli 2014 stagnan di Rp 6.000
Jumat 11 Juli 2014 stagnan di Rp 6.000
Senin 14 Juli 2014 stagnan di Rp 6.000
Selasa 15 Juli 2014 stagnan di Rp 6.000

Pergerakan saham SCMA pasca Pilpres:
Kamis 10 Juli 2014 naik dari Rp 3.630 ke Rp 3.720
Jumat 11 Juli 2014 turun Rp 3.720 ke Rp 3.620
Senin 14 Juli 2014 turun Rp 3.605 ke Rp 3.500
Selasa 15 Juli 2014 naik Rp 3.545 ke Rp 3.635

(Maria Ulfa – sisidunia.com)