Home » News » Oknum LSM Dilaporkan Ke Polres Pamekasan

Oknum LSM Dilaporkan Ke Polres Pamekasan



Madura – Korban penipuan janji dimasukkan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) kembali lagi terjadi didaerah pamekasaan, kali ini yang menjadi korban Lilik Yuliani (54), warga Kelurahan Kangenan, Kecamatan Kota Pamekasan, yang mengaku telah ditipu seorang oknum LSM bernama Turmudi, warga Jl Bonorogo, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

ilustrasi

foto ilustrasi :  korban menyerahkan uang pada tersangka

Pada selasa 15 juli 2014 kemarin korban melaporkan tersangka kepada Polres Pamekasan, korban mengaku telah menyetor sejumlah uang Rp 110 juta untuk anak kandung Lilik Yuliani yang dijanjikan tersangka bisa masuk PNS.

Menurut pengakuan korban saat ditemui sisidunia.com berawal pada Desember 2013 tahun lalu ditawari tersangka yang mengaku bisa memasukkan anak kandung nya menjadi PNS, karena tersangka mengaku memiliki kenalan orang dalam pejabat Pemkab Pamekasan dan pejabat pusat di Jakarta akhirnya korban percaya.

Setelah ada kesepakatan, Oknum LSM yang mengaku menjadi wartawan ini meminta uang sebesar Rp. 110 jt, lalu korban menyanggupi nya dan diserahkan di kawasan Jl Amin Jakfar, Pamekasan dengan janji tidak berapa lama anaknya langsung diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Harapan anak tercintanya menjadi masuk PNS ternyata hanya hisapan jempol belaka, dibulan pertama korban menagih janjinya, namun tersangka dengan enteng mengatakan harus bersabar hingga enam bulan lamanya tidak ada kejelasan bahwa anaknya menjadi PNS.

Sadar akan dirinya terkena penipuan Ny. Lilik berniat meminta kembali uang nya namun tersangka tidak mau mengembalikan nya, akhirnya korban melapor ke Polres Pamekasan karena merasa telah ditipu oleh oknum LSM.

AKP Siti Maryatun, Kasubag Humas Polres Pamekasan, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan penipuan dengan janji bisa diterima menjadi PNS dengan nama pelapor Lilik Yuliani.

“Bila terlapor terbukti melakukan penipuan, maka terlapor dijerat pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukuman empat tahun penjara.” kata AKP Maryatun melalui pesan singkatnya ketika dihubungi reporter sisidunia (Moch Asnan – www.sisidunia.com)