Home » News » IHSG Anjlok, Namun Dana Asing Masih Masuk

IHSG Anjlok, Namun Dana Asing Masih Masuk



Jakarta โ€“ Sampai siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penuruan yang cukup besar dikarenakan adanya aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh pelaku pasar domestik. Walaupun IHSG menalami penurunan, namun saat ini dana asing masih terus bergulir masuk ke dalam negeri.

IHSG Anjlok, Namun Dana Asing Masih Masuk

Sebagai informasi bahwa pada penutupan perdagangan untuk sesi I ini, Jumat (11/7/2014), terlihat IHSG jatuh sekitar 84,561 poin (1,66%) ke level 5.013,449. Sedangkan untuk Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 19,382 poin (2,21%) ke level 856,277.

Alhsil semua sector yang ada di lantai bursa terkena imbas koreksi, dimana rata-rata diatas satu persen. Sektor yang paling jatuh adalah sector aneka industry diikuti belakangnya ada sektor konsumer dan konstruksi.

Walaupun saat ini masih berada di tengah koreksi, namun masih ada investor asing yang membeli beberapa saham unggulan. Sehingga untuk transaksi investor asing sampai siang ini dengan pembelian bersih berjumlah Rp 357,5 miliar untuk seluruh pasar.

Dalam keterangannya kepada wartawan sisidunia, Jumat (11/7/2014), Pelaku Pasar Modal dari Recapital Asset Management Pardomuan Sihombing mengungkapkan bahwa pihak asing telah melakukan antisipasi atas Jokowi Effect tercatat pada awal minggu ini.

Dengan demikian, tercatat sampai saat ini sudah banyak dana asing yang masuk.Memang ketika posisi IHSG tinggi, para pelaku investor local melakukan aksi mengambil untung, karena diperkirakan Jokowi Effect tidak berlangsung lama.

Sebagai informasi bahwa sejak awal tahun 2014 sampai penutupan perdagangan kemarin, tercatat dana asing di lantai bursa sudah mencapai Rp 50,681 triliun. Ditambah lagi dengan adanya euforia Jokowi Effect jilid kedua, tercatat kemarin aksi beli asing cukup tinggi, dimana dana sebesar Rp 4,197 triliun dicapai dalam sehari.

Sehingga total uang yang telah berputar dalam lantai bursa sebanyak Rp 15,8 triliun di perdagangan kemarin, dengan dana sebesar Rp 8 triliun adalah hasil dari transaksi investor asing. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)