Home » News » Gaza Masih Terus Mendapatkan Serangan, AS pun Menawarkan Menjadi Penengah

Gaza Masih Terus Mendapatkan Serangan, AS pun Menawarkan Menjadi Penengah



Washington – Serangan genjatan senjata masih terus dilakukan oleh Militer Israel. Melihat kejadian ini Amerika Serikat memberikan penawaran agar bisa menjadi penengah atas serangan ini, agar bisa bernegosiasi dengan negara kedua belah pihak.

Gaza Masih Terus Mendapatkan Serangan, AS pun Menawarkan Menjadi Penengah

Presiden AS Barack Obama yang mengetahui serangan di Gaza makin menjadi dan memburuk, langsung menawarkan keinginannya. Bahkan keinginan sebagai penengah itu langsung beliau sampaikan pada Perdana Menteri Palestina Benjamin Netanyahu. Disitu Presiden Barack Obama, menyampaikan bahwa AS siap menjadi penegah genjatan senjata yang telah dilakukan oleh Israel. Obama khawatir jika ini dibiarkan akan semakin menjadi, dan jatuh korban pun semakin banyak.

“Menghimbau agar semua pihak akan bertindak dan melakukan apa saja untuk lebih melindungi warga sipil,” itu yang dikatan Presiden Obama, seperti yang dilansir dari AFP, Jum’at (11/7/2014).

“Amerika Serikat akan siap sedia memberikan fasilitas terkait dengan genjatan senjata, juga perjanjian antara kedua belah pihak yang trjadi pada tahun 2012.” itu imbuhan yang diserukan Presiden Obama.

Sebelumnya di tahun 2012 lalu, juga telah dilakukan genjatan senjata yang saat itu diperintahkan oleh mantan Menlu AS Hillary Clinton. Dengan adanya kesepakatan itu, bisa menghentikan serangan dari pihak Israel pada wilayah Palestina yang telah dilakukan selama 8 hari.

Namun dari pihak Sekjen PBB Ban Kin Mon, pihak PBB sudah memberikan peringatan genjatan senjata pada Israel. Bahkan perintah yang diserukan oleh Ban Kin Mon, keadaan ini sangatlah mendadak.

Tetapi sepertinya Israel sama sekali tidak menghiraukan seruan-seruan itu, bahkan Israel masih saja melakukan penyerangan sepanjang malam. Yang berakibat tewasnya 30 orang, diataranya wanita serta anak-anak, menurut PM Benjamin, di dalam Israel tidak mengenal namanya genjatan senjata.

Dalam kurun waktu 48 jam ini, Hamas yang menguasai wilayah Gaza juga tidak ingin menyerah, dan terus melakukan serangan balik.

“Seharusnya musuh yang berhenti, karena kami disini hanya berusaha mempertahankan diri kami sendiri,” kata mantan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya. (Samsul Arifin – sisidunia.com)