Home » News » Obama Hubungi Kanselir Jerman Terkait Krisis Ukraina

Obama Hubungi Kanselir Jerman Terkait Krisis Ukraina



Washington โ€“ Dengan adanya krisis Ukraina pada akhirnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan konsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Dimana kedua pemimpin negara ini telah menyepakati akan memberikan tekanan kepada Rusia untuk segera menyelesaikan krisis yang terjadi di Ukraina.

Obama Hubungi Kanselir Jerman Terkait Krisis Ukraina

Sebagai informasi bahwa pihak AS dan juga Uni Eropa memberikan ancaman untuk dapat meningkatkan sanksi atas perekonomian Rusia dengan pengecualian jika pihak Rusia dapat mengendalikan separatis pro-Rusia yang selama ini berada di Ukraina timur.

Karena sampai saat ini saparatis pro-Rusia tersebut melakukan aksi perlawanan terhadap otoritas Ukraina. Sayangnya pihak Rusia memberikan bantahan jika mereka memberikan dukungan kepad apihak saparatis, demikian dikutip dari Reuters, Jumat (4/7/2014).

Didalam pernyataannya, pihak Gedung Putih mengungkapkan bahwa Obama sendiri yang langsung menelepon Merkel dengan tujuan untuk melakukan pembahasan terkait permasalahan yang terjadi di Ukraina.

Dimana keduanya akhirnya sepakat akan memberikan dukungan diplomatik agar dapat dilakukan gencatan senjata untuk di wilayah Ukraina timur. Ditekankan oleh keduanya bahwa Rusia harus segra bertindak untuk mengurangi konflik yang terjadi di Ukraina timur.

Pada minggu ini, Presiden Ukraina Petro Poroshenko telah memutuskan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata dengan pihak separatis pro-Rusia. Dimana Poroshenko lebih memilih untuk melanjutkan operasi militer yang ditujukan kepada para pemberontak yang ada di wilayah Ukraina timur.

Dengan adanya pengumuman ini sepertinya dapat menimbulkan konflik berkepanjangan yang ada di Ukraina Timur. Karena dengan pengumuman tersebut menunjukkan adanya kegagalan atas upaya diplomatik yang selama ini dipimpin oleh Prancis dan Jerman dengan tujuan untuk memberikan keyakinan kepada pemerintahan Kiev agar mau memperpanjang gencatan senjata. Dimana gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 10 hari tersebut, pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Rusia terus berperang. (Maria Ulfa – sisidunia.com)