Home » Otomotif » Toyota Masih Rayu NHTSA Berkaitan Dengan Mobil Hidrogennya

Toyota Masih Rayu NHTSA Berkaitan Dengan Mobil Hidrogennya



New York โ€“ Mobil hydrogen yang dimiliki oleh Toyota, FCV, sampai saat ini kabarnya belum siap untuk segera diproduksi. Rencananya paling cepat tahun depan atau paling lambat tahun 2016 nanti, raksasa otomotif yang berasal dari Jepang ini akan mulai menjual mobil hydrogen dengan memiliki teknologi tinggi serta ramah lingkungan.

Toyota Masih Rayu NHTSA Berkaitan Dengan Mobil Hidrogennya

Yang menariknya adalah untuk mempermudah jalannya nanti, pihak Toyota menggandeng National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat dengan tujuan untuk membebaskan kendaraan baru yang dimilikinya dari pedoman keselamatan federal.

Sebagaimana yang diketahui bahwa mobil listrik memang memiliki peraturan dimana komponen yang dimilikinya harus menggunakan komponen yang bertegangan tinggi. Dimana komponen ini tidak lain bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada para penumpangnya jika terjadi sengatan listrik akibak kerusakan pada kelistrikannya.

Seperti yang dikutip dari Leftlanenews, Rabu (2/7/2014), didalam pernyataannya, NHTSA mengungkapkan bahwa pihak Toyota menggunakan bahan sel yang tidak sesuai dengan karakteristik yang telah disyaratkan yang telah digunakan di FCV.

Terkait hal tersebut, pihak Toyota mengungkapkan bahwa jika FCV tidak menggunakan komponen itu dikarenakan nantinya mobil ini akan secara otomatis memutus aliran listrik jika terjadi kecelakaan atau kerusakan pada sistemnya.

Terkait hal tersebut pihak perusahaan memiliki pendapat bahwa terkait hal tersebut seharusnya sudah menjadi standar yang cukup jelas. Sedangkan pihak NHTSA diharapkan dapat memberikan kelonggaran atas mobil FCV setidaknya dalam kurun waktu dua tahun, dan nantinya produksinya tidak lebih dari 2.500 unit/tahun.

Sayangnya sampai saat ini pihak NHTSA belum memberikan keputusan secara resmi terkait pendapat yang diajukan oleh pihak Toyota tersebut. (Samsul Arifin – sisidunia.com)