Home » News » Presiden Korsel Menyesal Atas Tindakan Penembakan Brutal Tentara Militer

Presiden Korsel Menyesal Atas Tindakan Penembakan Brutal Tentara Militer



Seoul โ€“ Dengan adanya insiden penembakan brutal yang telah dilakukan oleh seorang prajurit wajib militernya, Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye menghaturkan permintaan maafnya. Karena sampai saat ini, belum diketahui apa motif penembakan yang telah menelan korban tewas sekitar lima orang tersebut.

Presiden Korsel Menyesal Atas Tindakan Penembakan Brutal Tentara Militer

Dimana, Lim yang pada tanggal 21 Juni lalu, adalah sersan dengan umur 22 tahun tersebut menembaki rekan-rekannya satu unit yang kebetulan ada di pos penjagaan yang ada di dekat perbatasan Korea Utara dengan membabi buta.

Dalam insiden tersebut ada korban tentara yang luka-luka akibat penembakan tersebut. Seperti yang dikutip dari kantor berita AFP, Senin (30/6/2014), Presiden Park mengungkapkan bahwa ia ikut turun menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada para korban.

Bahkan Park juga mengaku menyesal karena keresahan yang ada di para orangtua kepada putra-putri yang telah mengabdikan dirinya di militer. Dalam pertemuan dengan pihak pejabat pemerintahan Korsel terungkap bahwa aka nada penyelidikan apakah ada kultur dan juga praktik-praktik yang dianggap keliru selama ini diterapkan di barak.

Sebagai informasi bahwa setelah 24 jam kejadian tersebut Lim berhasil ditangkap oleh ribuan tentara. Sayangnya setelah dilakukan penangkapan, Lim melakukan aksi penembakan diri dibagian dadanya.

Sampai saat ini apa yang menjadi motif penembakan yang dilakukan Lim masih belum terungkap. Kemungkinan besar Lim adalah salah satu korban bullying yang dilakukan di barak militer. Tidak dipungkiri memang aksi bullying ini sering terjadi di kalangan pelaku wajib militer baru.

Tercatat beberapa waktu yang lalu ada banyak kasus ditemukan seperti aksi penembakan missal serta banyaknya kasus bunuh diri. Diduga besar kemungkinan hal ini terjadi karena adanya aksi bullying.

Lim sendiri dikenal sangat sulit beradaptasi ketika di militer, Tercatat sejak tahun 2012, ia telah menjalani wajib militer dan kurang tiga bulan lagi ia akan menyelesaikan wajib militernya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim psikologi sebelumnya tercatat bahwa memang atasan Lim diimbau untuk memberikan sebuah perhatian khusus kepada Lim. Namun sayang kejadian penembakan ini telah terjadi. (Maria Ulfa – sisidunia.com)