Home » News » Kubu Jokowi-Jk Menganggap Enteng Ancaman ‘Bom Waktu’

Kubu Jokowi-Jk Menganggap Enteng Ancaman ‘Bom Waktu’



Jakarta – Belum lama ini Anwar Nasution sebagai mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah mengungkapkan bahwa adanya subsidi BBM sebesar 400 triliun dan gaji PNS nantinya akan menjadi sebuah bom waktu yang nantinya akan diperuntukkan bagi Presiden yang terpilih.

Kubu Jokowi-Jk Menganggap Enteng Ancaman ‘Bom Waktu’

Walaupun demikian bagi kubu capres dan cawapres nomor 2 ini bukan menjadi masalah. Hal ini dikarenakan jeleknya manajemen anggaran selama dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketika ditemui wartawan sisidunia, Selasa (24/6/2014), bertempat di Jokowi-JK Center, Setia Budi, Jakarta, Tim Sukses Jokowi-JK Arif Budimanta, mengungkapkan bahwa ini bukanlah sebuah ancaman bagi APBN. Karena sebenarnya hal ini adalah warisan dari pemerintahan sebelumnya.

Karena dengan adanya peningkatan belanja pegawai tidak lain bertujuan untuk memberikan peningkatan atas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai contoh untuk pelayanan KTP dan surat administrasi yang lainnya diharapkan dapat segera diproses tanpa berbelit-belit.

Selain itu PNS yang sering boros kertas, perjalanan dinas yang tidak terlalu penting, rapat diluar, dll harus diminimalisir. Sedangkan untuk anggaran atas subsidi BBM yang mencapai Rp 400 triliun lebih. Pihak Jokowi-JK hanya berujar pemerintahan saat ini tidak mengawasi dan juga melakukan penekanan atas konsumsi BBM dengan maksimal.

Sebagai contoh jika jatah dari BBM subsidi 48 juta kilo liter (KL), dan saat ini dapat ditekan menjadi 46 juta KL karena memang telah dilakukan penghematan serta adanya peningkatan pengawasan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa hal ini tidak dilakukan dari dahulu sehingga tidak terjadi kebocoran. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)