Home » News » Prawoto Bantah Kejagung Sita uang Rp 1,195 miliar

Prawoto Bantah Kejagung Sita uang Rp 1,195 miliar



Jakarta โ€“ Pihak Kejagung telah menyita beberapa uang yang berasal dari Direktur Pusat Teknologi Industri Sarana Transportasi (PTIST) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto. Terkait adanya informasi tersebut Sugeng Teguh Santoso sebagai kuasa hukum Prawoto, memberikan bantahan bahwa Kejagung menyita uang Rp 1,195 miliar dari kliennya.

Prawoto Bantah Kejagung Sita uang Rp 1,195 miliar

Dalam keterangan persnya, Sabtu (14/6/2014), Sugeng mengungkapkan bahwa dari penyidik Kejaksaan Agung memang telah melakukan pemeriksaan atas dugaan korupsi atas pengadaan bus TransJakarta. Namun uang senilai Rp 1,195 miliar dari Prawoto tidak benar adanya.

Bahkan dari keterangan Sugeng bahwa kliennya tersebut sama sekali tidak mengetahui sama sekali terkait penyitaan tersebut.

Dimana pada Jumat (13/6/2014) bertempat di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jampidsus Widyo Pramono, mengungkapkan bahwa mereka telah menyita uang dari Prawoto dan berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta pada anggaran 2013.

Sayangnya Widyo tdak mengungkapkan kapan dilakukan penyitaan tersebut. Namun saat ini Prawoto telah ditetapkan sebagai tersangka dengan Udar Pristono mantan Kadishub DKI. Namun saat ini sepertinya keduanya masih dapat melenggang bebas tanpa adanya penahanan.

Sedangkan 2 tersangka yang lainnya yaitu Setyo Tuhu selaku Ketua Panitia Pengadaan yang merupakan pegawai Dishub DKI dan R Drajat A selaku Pejabat Pembuat Komitmen telah ditahan. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)