Home » News » Polisi Venezuela Menangkap 105 Demonstran

Polisi Venezuela Menangkap 105 Demonstran



Caracas โ€“ Unjuk rasa antipemerintahan yang berlangsung di ibukota Caracas, membuat kepolisian Venezuela akhirnya menangkap sekitar 105 orang yang diduga ikut serta dalam unjuk rasa tersebut. Alasan penangkapan ini dikarenakan mereka yang hampir sebagian besar mahasiswa ini menggunakan petasan dan juga batu yang ditujukan ke kantor pemerintah.

Polisi Venezuela Menangkap 105 Demonstran

Para mahasiswa ini berunjuk rasa dikarenakan menginginkan adanya pembebasan atas rekan-rekannya yang sehari sebelumnya telah ditangkap. Sayang unjuk rasa tersebut akhirnya berubah menjadi sebuah aksi kekerasan karena kantor Kementerian Pariwisata diserbu oleh mereka.

Seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (15/5/2014), untuk mengamankan lokasi maka para polisi antihuru tersebut terpaksa mengeluarkan gas air mata agar para demonstran segera bubar. Diungkapkan oleh komandan Garda Nasional resimen Caracas, Manuel Quevedo bahwa pada Rabu (14/5) ada sekitar 16 wanita dan 89 pria yang ditangkap.

Dimana dari sekian banyak para demonstran yang ditangkap tersebut ada sekitar 11 orang anak yang di bawah umur. Bahkan organisasi non-pemerintah setempat, Foro Penal juga mengkonfirmasi terkait jumlah yang disebutkan itu.

Bahkan truk yang telah membawa demonstran-demosntran tersebut yang akan melintasi jalur utama di distrik Chacao, Caracas, yang kebetulan adalah lokasi utama unjuk rasa, juga dihadang oleh para demonstran lain dengan berusaha menghalangi dengan meneriakkan kata-kata “Lepaskan mereka!”.

Selain itu Quevedo juga mengungkapkan bahwa ada dua personel dari pasukan keamanan yang mengalami luka-luka dikarenakan bentrokan tersebut. Dimana dari penuturannya, satu kapten Garda Nasional telah diserang dan seorang sersan juga hampir dilindas kendaraan pada saat para demonstran berusaha untuk mencegah penangkapan dari para rekannya itu.

Tercatat pada minggu lalu saja sudah ada lebih dari 200 orang yang telah ditahan oleh kepolisian dikarenakan unjuk rasa yang ada di Caracas. Namun hampir sebagian besar dari mereka kemudian dibebaskan. Unjuk rasa yang melawan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro ini telah berlangsung sejak Februari 2014 itu sudah menewaskan sekitar 42 orang tewas dan lebih dari 800 orang mengalami luka-luka. (Maria Ulfa – sisidunia.com)