Home » News » Saparatis pro-Ukraina Bersikeras Melaksanakan Referendum

Saparatis pro-Ukraina Bersikeras Melaksanakan Referendum



Kiev โ€“ Pada tanggal 11 Mei 2014, pihak saparatis yang pro-Rusia di Ukraiana Timur bersikeras akan melaksanakan referendum. Dimana mereka mengabaikan adanya seruan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin yang berharap agar menunda dilaksanakan referendum.

Saparatis pro-Ukraina Bersikeras Melaksanakan Referendum

Putin meminta separatis pro-Rusia di Ukraina timur untuk dapat menunda diadakannya referendum yang berkaitan dengan pemisahan wilayah dari pemerintahan Ukraina. Memang penundaan ini bertujuan untuk dpaat diselenggarakannya dialog terlebih dahulu.

Selain itu pada bulan ini direncanakan akan ada pemilihan Presiden Ukraina, dimana jika memang ini adalah sebuah langkah ke arah yang benar. Sayangnya dari hasil wawancara dari wartawan setempat, terungkap bahwa perwakilan dari dewan Republik Rakyat Donetsk dan separatis dari Luhansk telah melakukan voting dan sepakat akan menggelar referendum.

Nantinya dalam referendum tersebut akan dibahas mengenai apakah keinginan mereka? Ingin merdeka ataukan hanya ingin memisahkan diri dari pihak pemerintahan Kiev? Seperti yang dikutip dari CNN, Jumat (9/5/2014), dari kantor berita resmi Rusia, RIA Novosti mengungkapkan bahwa voting telah dilakukan dan referendum tetap akan berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2014.

Sebagai informasi bahwa jika referendum tersebut benar-benar terlaksana maka akan terulang peristiwa di Crimea, Ukraina yang berlangsung pada bulan Maret lalu. Dimana kala itu kebanyakan dari warga Crimea lebih memilih melepaskan diri dari pemerintah Ukraina dan ingin bergabung dengan Rusia.

Alhasil pihak pemerintah Rusia kemudian langsung pencaplok wilayah Crimea. Dengan keputusan ini maka semakin memicu ketegangan yang terjadi di Ukraina. (Maria Ulfa – sisidunia.com)