Home » News » Kader PKS Di Penjara Selama 40 hari, Karena Memalsukan Identitas Caleg

Kader PKS Di Penjara Selama 40 hari, Karena Memalsukan Identitas Caleg



Jakarta – Jangan sekali-seklai mencoba untuk memalsukan identitas, seperti yang dialami oleh Caleg Kabupaten Natuna. Zainadi Caleg dari PKS akan dipenjara selama 40 hari, sebab terbukti telah memalsukan identitas. Pada saat mendaftar sebagai Calon Anggota legeslatif, Zainadi mengaku bukan pegawai PNS, justru dia memang seorang pegawai PNS.

Kader PKS Di Penjara Selama 40 hari, Karena Memalsukan Identitas Caleg

Persoalan itu terjadi pada saat KPU Kabupaten Natuna, mulai membuka pendaftaran untuk para calon anggota DPR. Hendra Kusnadi selaku Ketua PKS dari Kabupaten Natuna, juga mendaftarkan para Caleg yang sudah mendaftar. Disitulah terdapat nama Zainadi yang berada di urutan ke 2 di daftar Caleg tersebut.

Sesudah itu Zainadi telah menandatangani sebuah arsip yang berisi persyaratan, dengan disertai materai sebanyak 10 arsip. Di dalam berkas-berkas itu Zainadi menyatakan bahwa dirinya adalah seorang pegawain PNS PLN namun sudah pensiun.

Namun dari Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Natuna, menemukan bukti bahwa ternyata Zainandi bukan pegawai pensiun, tetapi masih sebagai PNS di PT PLN Rayon Ranai. Dan ternyata Zainadi masih mempunyai nomer induk pegawai dengan nomer NIP 6485011-R, yang menjabat sebagai Junior Pembaca Meter juga sebagai pengendalian piutang.

Berdasarkan bukti-bukti itulah dari Panwaslu membawa peroalan ini ke pengadilan. Kemudian pada tanggal 27 September 2013, jaksa memberikan hukuman pada Zainasi penjara selama 2 bulan. Dikarenakan dengan secara sengaja sudah memalsukan dokumen untuk keperluan sebagai Calon anggota legeslatif.

“Dijatuhi hukuman selama 1 bulan 10 hari,” keputusan Majelis Hukum yang dipimpin oleh Dedi Lean Sahusiwalane ini yang dikutip dari website Mahkamah Agung, Jum’at (28/3/2014).

Diharapkan dengan pelajaran seperti bisa merubah diri Zainadi supaya tidak melakukan kesalahan lagi, sebenarnya itu tujuan dari dihukum penjaranya Zainadi. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)