Home » News » Komisi Yudisial Meminta MA Untuk Ungkap Hilangnya Uang Titipan Senilai Rp 17 Miliar di Pengadilan

Komisi Yudisial Meminta MA Untuk Ungkap Hilangnya Uang Titipan Senilai Rp 17 Miliar di Pengadilan



Jakarta – Uang Titipin sebesar Rp 17 miliar yang disimpan di Pengadilan Negeri Manokwari bisa hilang begitu saja. Padahal uang itu adalah uang dari kasus ilegal loging yang kasusnya hingga saat ini belum selesai.

Komisi Yudisial Meminta MA Untuk Ungkap Hilangnya Uang Titipan Senilai Rp 17 Miliar di Pengadilan

Komisi Yudial meminta MA untuk bertanggung jawab mengungkap masalah ini hingga selesai, sebab kasusnya saja belum beres tapi uang titipan itu sudah hilang.

“Sepertinya memang ada oknum didalam pengadilan itu yang melakukan penyelewangan, ini harus segera ditindak,” kata Imam Anshori Saleh selaku komisioner Komisi Yudial pada sisidunia, Rabu (25/3/2014).

Pelelangan kayu yang terjadi di tahun 2009, itu karena hasil keputusan dari pengadilan belum jelas, maka kayu-kayu itu dilelang terlebih dahulu agar tidak rusak. Pelalangan kayu itu adalah hasil dari penebangan liar, yang kasusnya juga belum selesai.

Uang dari pelelangan itu senilai Ro 17 miliar, itu masih disimpan di Pengadilan Negeri Manokwari. Namun ternyata uang dari pelelangan tersebut, tidak disetorkan ke kantor tetapi sepertinya ada oknum pengadilan yang menerimanya.

“Kalau sampai barang sitaan yang ada di pengadilan bisa hilang, bisa jadi rakyat tidak akan percaya lagi terhadap pengadilan,” ujar Imam.

Adanya kasus ini KY langsung menilai kinerja Pengadilan sangatlah buruk. Kali ini Komisi Yudusial benar-benar ingin MA bisa jelas dan gamblang, dalam mengelola uang titipan dari kasus-kasus. Sepertinya pengawasan juga harus lebih diketatkan lagi, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Kasus ini bukanlah kasus yang pertama, jadi tiap kasusu harus diselesaikan secara gambalng, dan para petugas yang melakukan penyelewangan harus ditindak secara tegas,” ujarnya.

Kepala Biro Hukum dan juga Humas MA Ridwan Mansyur, tidak bisa memberikan informasi mengenai masalah ini. Karena Ridwan juga belum mendapatkan info apa-apa. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)