Home » News » Renegosiasi Kontrak Karya Baru Disepakati 11 Perusahaan

Renegosiasi Kontrak Karya Baru Disepakati 11 Perusahaan



Jakarta – Proses renegosiasi kontrak karya hingga saat ini masih belum selesai dan terkesan diulur-ulur. Namun hal tersebut secara tegas dibantah oleh Jero Wacik selaku Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebab pembicaraan masih terus dilakukan dimana dalam kelanjutannya sudah 11 perusahaan berhasil dirangkul.
Renegosiasi Kontrak Karya Baru Disepakati 11 Perusahaan
Bertempat di Kompleks Kepresidenan, Jakpus, (04/03/2014), SisiDunia mendapati Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan hingga saat ini terhitung sudah 11 perusahaan yang menyepakati untuk dilakukannya renegosiasi kontrak dengan pihak pemerintah, namun tidak disertai dua perusahaan besar di Indonesia, yaitu Freeport dan Newmont.

“Sudah ada 11 perusahaan,” ungkap Jero Wacik. Adapun dua perusahaan belum menyepakati renegosiasi kontrak dengan pemerintah disampaikan Menteri ESDM tersebut terdapat poin yang tak disetujui, diantaranya terkait luas lahan. “Mereka hanya mau 20.000 atau 15.000 hektar untuk 30 tahun akan datang,” tandasnya.

Menteri EDSM Jero Wacik menambahkan, kontrak yang dahulu kala disepakati berkisar pada 200.000 hektar lahan untuk pertambangan. Oleh sebab itulah pemerintah meminta dilakukannya renegosiasi kontrak karena dari lahan tergunakan, sisanya terbilang masih sangatlah banyak, sehingga mubazir jika hanya dikuasai beberapa pihak tanpa dieksplor. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)