Home » News » DPR Berharap Hukuman Anggoro Diperberat

DPR Berharap Hukuman Anggoro Diperberat



Jakarta – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan agar memberikan hukuman yang berat kepada Anggoro Widjojo sebagai tersangka atas dugaan korupsi di Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT).

DPR Berharap Hukuman Anggoro Diperberat

Hal ini dikarenakan hampir selama lima tahun Anggoro menjadi buronan dikarenakan melarikan diri dan tidak kooperatif dengan melakukan perlawanan terhadap hukum. Dalam pesan elektroniknya kepada sisidunia, Sabtu (1/2/2014), Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengungkapkan bahwa diharapkan dengan ditangkapnya Anggoro maka dapat menyelesaikan kasus proyek SKRT di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tahun anggaran 2006-2007 yang selama ini tergantung dikarenakan Anggoro melarikan diri.

Diharapkan nantinya akan ada pasal pemberat dikarenakan Anggoro tidak bersikap koorperatif serta melawan hukum. Dengan ditangkapnya Anggoro maka dapat menuntaskan putusan pengadilan. Hal ini dikarenakan yang sudah disuap saja saat ini menjalani putusan di penjara, kini giliran yang melakukan penyuapan juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sebagai informasi bahwa Anggoro telah ditangkap oleh Interpol tepatnya pada Rabu, 29 Januari 2014 bertempat di Kota Shnezen . Berselang satu hari, KPK berhasil membawa Anggoro pulang ke Indonesia. Terkait kasus SKRT, Anggoro diduga memiliki keterlibatan dengan Presiden Direktur PT Masaro Radiokom, Putranefo Alexander Prayugo, mantan Kabiro Perencanaan dan Keuangan Kemenhut Wandojo Suiswanto, mantan Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar Azwar Chesputra, Hilman Indra, Al-Amin Nur Nasution, serta Fachri Andi Leluasa. Dimana semua orang tersebut sudha divonis bersalah dan saat ini sedang menjalani proses hukumnya. (Maria Ulfa – sisidunia.com)