Home » Travel & Kuliner » Wisata Kuburan Pesawat Mengagumkan Didalam Air Laut

Wisata Kuburan Pesawat Mengagumkan Didalam Air Laut



Surabaya – Melakukan perjalanan wisata tentu bertujuan untuk refreshing atau berguna sebagai penyegar pikiran. Namun demikian hal tersebut terkadang juga dilakukan agar bisa mendapatkan sejumlah pengetahuan lebih sebagai contoh berwisata ke kebun binatang, maupun sejenis lainnya tanpa terkecuali dibawah laut.

Berdasarkan lansiran dari News.com.au, Sabtu (24/01/2014), pada beberapa wilayah terdapat tempat wisata dimana juga dapat memberikan pengetahuan lebih kepada pengunjungnya, namun sekaligus cukup menyeramkan untuk menyaksikannya. Lokasi itu dinyatakan sebagai kuburan pesawat, yang terkubur dibawa air laut.

Berikut beberapa dokumentasi wisata kuburan pesawat dibawah air berdasarkan sumber lansiran pada sejumlah lokasi.
1. Black Jack, Boga-Boga, Papua Nugini

Wisata Kuburan Pesawat Mengagumkan Didalam Air Laut

Black Jack
Credit Photo : Don Silcock/Indo Pacific Images

Kecelakaan terjadi didekat Milne Bay atau lebih dikenal sebagai Black Jack. Lokasinya terletak sejauh 50 meter dan dijelaskan oleh situs penyelam lokal ‘Niugini Diving’ sebagai “sangat utuh (kondisi pesawatnya) dengan satu-satunya kerusakan dibagian hidung.”

2. P38 Lightning, Milne Bay, Papua Nugini

Wisata Kuburan Pesawat Mengagumkan Didalam Air Laut

P38 Lightning, Milne Bay
Credit Photo : Tony Hill/Rhinopias.co.uk

Milne Bay merupakan sebuah situs penyelaman yang menghadirkan banyak terumbu karang, serta mengeksplorasi hasil kecelakaan pesawat. Didalamnya tersampaikan pula pesawat Perang Dunia II Lightning P38 Lockheed. Pesawat tersebut ditemuukan tahun 2004 dimana selama perang pasifik banyak yang hilang diwilayah sekitar.

3. McDonnell Douglas F4 Phantom, Filipina

Wisata Kuburan Pesawat Mengagumkan Didalam Air Laut

F4 Phantom
Credit Photo : Anders Poulsen

Pesawat ini dikelilingi misteri tetapi diyakini rusak kemudian diperbaiki selama perang Vietnam dan didorong kedalam air di Subic Bay. Namun rumor lain menyatakan keberadaannya sebagai akibat kebakaran ditahun 1967. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)