Home » Otomotif » Faktor Pemicu Kebakaran di Mobil

Faktor Pemicu Kebakaran di Mobil



Jakarta โ€“ Banyaknya kebakaran yang terjadi pada kendaraan di jalanan membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM)menyelenggarakan sebuah workshop untuk mencegah insiden tersebut. Lalu yang menjadi pertanyaan kini adalah apa yang menjadi faktor munculnya api di kendaraan oleh pihak ADM?

Faktor Pemicu Kebakaran di Mobil

Dari keterangan Aji Prima sebagai Instruktur Service Training Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM), terungkap bahwa sebenarnya ada beberapa faktor yang memicu adanya kebakaran di mobil. Untuk kendaraan memang ada beberapa sumber panas ditambah lagi memiliki bahan yang dapat terbakar.

Untuk unsur internal penyebab kebakaran, dapat terjadi dikarenakan hubungan arus pendek. Dimana hal ini dikarenakan adanya hubungan arus listrik dan tahanan listrik yang kecil, alhasil arus listrik yang dihasilkan cukup besar.

Sedangkan untuk unsure internal yang lainnya adalah penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan fungsinya. Sehingga menimbulkan panas yang ditimbulkan dari aliran listrik, dimana ketika arus listrik menghantar dalam sebuah konduktor akan menghasilkan panas. Tentu jika kabel tidak kuat akan menyebabkan meleleh dan kelebihan arus serta beban.

Selain itu ada pula kabel yang terkena gigitan tikus, isolatornya sobek, penyambung tanpa memiliki isolator atau sambungan kabel yang dapat mengakibatkan hubungan arus pendek. Dalam Workshop di Daihatsu Technical & Training Center, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/1/2014), Aji mengungkapkan bahwa kebakaran dapat terjadi pada saat pemasangan tambahan horn yang melalui radiator. Dimana pada saat kabel tambahan dihubungkan ke positif Aki dan meleleh maka akan menyebabkan hubungan arus pendek.

Selain beberapa unsur internal, ada pula unsur eksternal seperti membuang punting rokok dalam keadaan masih menyala, parker diatas rumput kering dibawah terik matahari, terjadinya kecelakaan serta adanya plastic yang menempel di exhaust manifold. Sehingga diharapkan untuk saat ini Anda lebih waspada lagi. (Samsul Arifin – sisidunia.com)