Home » Otomotif » Penjualan Toyota Hybrid Mencapai Angka 6 Juta Unit

Penjualan Toyota Hybrid Mencapai Angka 6 Juta Unit



Tokyo โ€“ Kabar menggembirakan datang dari rakasa otomotif Toyota, dimana penjualan atas mobil hybridnya dengan pangsa pasar seluruh dunia mencapai 6 juta unit. Tercatat secara komulatif sampai 31 Desember 2013, Toyota berhasil mencatatkan penjualan mobil hybrid sekitar 6,073 juta.

Penjualan Toyota Hybrid Mencapai Angka 6 Juta Unit

Seperti yang dikutip dari Autonews, Kamis (16/1/2014), tercatat pada tahun lalu untuk kali keduanya, penjualan atas mobil hybrid Toyota berhasil mencapai angka 1 juta unit. Sayangnya, walaupun pihak Toyota berhasil menjual mobil hybridnya namun sepertinya pertumbuhan atas mobil hybrid itu terbilang cukup lambat.

Tercatat pada tahun lalu, pihak Toyota berhasil menjual sekitar 1,279 juta unit mobil hybrid. Apabila dibandingkan pada penjualan di tahun 2012 yang hanya mencapai 1,219 juta unit, maka mengalami kenaikan sebesar 60 ribu unit.
Walaupun sebenarnya kenaikan 60 ribu unit itu adalah kenaikan terkecil sejak tahun 2004. Walaupun memang di tahun 2008 dan 2011 penjualannya secara global flat dikarenakan akibat bencana alam di Jepang.

Masuk tahun 2012, penjualan atas mobil hybrid Toyota mengalami peningkatan berlipat ganda. Hal ini tidak lain adanya subsidi dari Japanese Eco-car serta setelah terjadi bencana gempa ada pengembalian pasokan.

Sehingga dengan adanya subsidi tersebut, membuat penjualan hybrid Toyota di dalam negeri naik dari angka 1.100 unit sampai 679.100 unit. Untuk diketahui bahwa memang dari tahun 1197, Toyota telah menghadirkan mobil hybrid dengan nama Toyota Prius lalu dikembangkan menjadi 24 model dengan satu plug in hybrid.

Rencananya dua tahun nanti, Toyota akan meluncurkan sebanyak 15 model terbaru dari mobil hybridnya termasuk didalamnya adalah Highlander Hybrid yang diperuntukkan bagi pasar Amerika Serikat. Dengan pencapaian Toyota atas penjualan mobil hybridnya, maka pabrikan otomotif yang berasal dari Jepang ini telah menyelamatkan sekitar 4 miliar gallon bensin serta mengurangi adanya gas emisi CO2 sekitar 41 juta ton. (Mohammad Noval – sisidunia.com)