Home » News » Anas Tak Gentar Jika Harus Dipanggil Paksa

Anas Tak Gentar Jika Harus Dipanggil Paksa



Jakarta – Memang sampai saat ini Anas Urbaningrum sama sekali belum datang di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padalah seharusnya mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat tersebut seharusnya diperiksa sebagai tersangka atas dugaan gratifikasi atas proyek pembangunan Sport Centre Hambalang.

Anas Tak Gentar Jika Harus Dipanggil Paksa

Dari keterangan juru bicara ormas yang dibentuk oleh Anas yaitu Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Ma’mun Murod Al Barbasy mengungkapkan bahwa pihaknya tidak gentar apabila nantinya Anas akan dijemput paksa.

Bertempat di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2013), Ma’mun mengungkapkan bahwa sebenarnya Anas memiliki hak untuk tidak datang k KPK dan hal tersebut dijamin oleh UU dan juga konstitusi. Jika Namun jika nantinya ada penjemputan paksa, seharusnya sesuai denga aturan dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Berdasarkan pendapat Ma’mun jika hari ini Anas mangkir dari pemeriksaan ini wajar adanya. Karena Anas dan juga para loyalitasnya beranggapan bahwa kasus ini sangat janggal dan memiliki kesan dipaksakan.

Sebagaimana yang diketahui bahwa sejak pagi tadi di Gedung KPK para loyalitas Anas ini sudah berjejer untuk memberikan dukungan ke Anas terkait pemeriksaannya. Namun sayang tak berselang lama terlihat pengacara Anas, Firman Wijaya datang ke gedung KPK.

Namun sayang, belum ada kepastian apakah Anas akan datang untuk memenuhi panggilan KPK atau tidak. Anas sendiri nantinya akan diperiksa oleh penyidik KPK terkait gratifikasi karena menerima Toyota Harrier atas proyek Hambalang pada saat masih menjabat sebagai anggota DPR. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)