Home » Otomotif » Terobosan Besar Pemerintah Kuba di Industri Otomotif

Terobosan Besar Pemerintah Kuba di Industri Otomotif



Kuba – Langkah besar dilakukan pemerintah Kuba pimpinan Raul Castro. Pemerintahan dibawah pimpinannya kini telah menetapkan keputusan dimana isi secara keseluruhannya dapat membuat warganya dengan mudah menjual Chevrolet era 1950-an mereka dengan tipe model Cadillac serta beberapa jenis kendaraan roda empat bekas lainnya.

Terobosan Besar Pemerintah Kuba di Industri Otomotif

1955 Chevrolet Bel Air Front
Credit Photo : © Chevrolet. GM Corp

Mengutip pada NewsDay, Sabtu (29/12/2013), sebuah pernyataan telah diluncurkan dengan menyatakan, “Setelah beberapa bulan dilakukan penelitian, telah diambil keputusan untuk menghilangkan keberadaan langkah-langkah yang membutuhkan persetujuan negara untuk melakukan penjualan kendaraan.”

Hal ini merupakan sebuah langkah terobosan besar bagi negara Kuba mengingat ketika Fidel Castro berkuasa yang notabene merupakan kakak dari Raul Castro telah melakukan embargo perdagangan Amerika Serikat tepat sejak tahun 1962 sehingga model kendaraan seperti Chevy Bel-Air serta Cadillac Coupe de Ville beralih fungsi menjadi angkutan umum taksi.

Dan kini pembekuan pasar mobil Kuba pun telah mencair seiring hadirnya pernyataan tersebut. Raul Castro yang masuk menggantikan posisi Fidel Castro ditahun 2008, hingga saat ini telah melakukan penghapusan terhadap beberapa kebijakan larangan wilayah setempat serta memungkinkan lebih banyak koperasi maupun usaha swasta beroperasi.

Kebijakan tersebut dilakukan guna meningkatkan perekonomian setempat. Pihak pemerintah Kuba mengatakan sekitar 30 persen dari penjualan otomotif dengan persetujuan pemerintah tahun pada tahun lalu telah dijual kembali dengan cepat. Dan langkah-langkah baru yang rencananya akan dilaksanakan bertahap nantinya akan ditetapkan harga minimum penjualan mobil.

Dan sebagai imbas positifnya, pemerintah Kuba disampaikan bisa mendapatkan pajak untuk membantu membayar angkutan transportasi umum yang lebih baik dimana dalam kelangsungannya tetap diiringi dengan mempertahankan berbagai syarat persetujuan terkait proses transaksi impor mobil baru maupun bekas. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)