Home » News » Dinasti Politik Atut Ternyata Tidak Abadi

Dinasti Politik Atut Ternyata Tidak Abadi



Jakarta โ€“ Sebagaimana yang diketahui bahwa Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten mendirikan praktik politik dinasti, hal inilah yang kini menjadi bahan gunjingan dari Partai Demokrat. Hal ini dikarenakan politik dinasti dianggap sebagai sebuah sistem politik yang sama sekali tidak memberikan keuntungan kepada rakyat.

Dinasti Politik Atut Ternyata Tidak Abadi

Dalam sebuah pembicaraan di Hotel Morrissey, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013), Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin mengungkapkan bahwa sebenarnya politik dinasti sama sekali tidak baik, hal ini seperti yang terjadi di Banten. Walaupun sebenarnya Atut adalah politisi Golkar, namun ia tidak melihat Golkar sebagai dinastinya. Namun yang menjadi dinastinya adalah Ratu Atut.

Memang sindiran yang telah diungkapkan oleh Didi tersebut menanggapi adanya kritikan banyak pihak yang merasa bahwa konvensi calon presiden yang digelar oleh Partai Demokrat tidak demokratis.

Padahal sebenarnya Didi menegaskan bahwa dnegan adanya konvensi tresebut dapat menjaring calon pemimpin yang demokratis dan anti adanya politik dinasti seperti yang terjadi di Banten. Sebenarnya dengan adanya konvensi ini dapat mengurangi adanya politik dinasti, namu sepertiya tidak semua partai berani untuk melaksanakannya.

Sepert yang diketahui bahwa selama ini di kawasan Banten Atut berhasil membangun dinasti politiknya. Sayangnya belakangan ini, dinasti politik Atut terungkap dengan adanya kebobrokan dan banyaknya dugaan keterlibatan kasus.

Untuk saat ini saja Atut yang menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Perempuan Partai Golkar terlibat dalam kasus korupsi atas pengadaan alat kesehatan serta suap sengketa atas Pilkada Lebak dan telah ditahan KPK. Tidak hanya Atut, adiknya Tubagus Chairi Wardanma (Wawan) juga bernasib sama kini telah mendekam di tahanan KPK. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)