Home » Otomotif » Toyota Mulai Memproduksi Vios Versi Indonesia

Toyota Mulai Memproduksi Vios Versi Indonesia



Jakarta – Pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan telah resmi untuk memproduksi All-New Vios. Rencananya produksi dari Vios ini akan bertempat di pabrik Toyota yang ada di Karawang 2, tepatnya di kawasan industry Karawang Internasional Industrial City (KIIC).

Toyota Mulai Memproduksi Vios Versi Indonesia

Sebagai langkah awalnya, nantinya perakitan Toyota ini akan diproduksi sebesar 1.000 unit untuk setiap bulannya. Sedangkan untuk investasinya sendiri pihak Toyota menguncurkan dana sebesar Rp 2,5 triliun yang diperuntukkan bagi proyek Vios ini.

Dalam keterangan persnya, bertempat di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/12/2013), Presiden Direktur TMMIN, Masahiro Nonami mengungkapkan bahwa memang untuk Toyota Vios dan Yaris pihaknya mengimpornya dari Thailand. Namun untuk saat ini Vios akan diproduksi oleh anak bangsa dan pada awal 2014 nanti mulai merelokasi Yaris.

Tidak dipungkiri bahwa dengan produksi All New Vios dan juga NewYaris 1.5 liter yang akan diproduksi tahun 2014 nanti adalah sebagai perwujudan komitmen investasi dari pihak Toyota Group. Dimana tepatnya pada November 2012 lalu, pihak presiden Toyota Motor Corporation (TMC), Akio Toyoda, bersama dengan lima pimpinan perusahaan dari Toyota Group telah mengumumkan rencananya ini.

Memang pada Januari 2013, pihak Toyota juga telah mengumumkan adanya investasi untuk produk NAV-1. Alhasil di Maret 2013 bertepatan dengan peresmian dari pabrik perakitan yang ada di Karawang 2,pihak Toyota juga memproduksi Etios Valco.

Alhasil dengan diproduksinya Vios ini maka pihak Toyota Indonesia kini mulai merambah memproduksi dan mensuplai kendaraan untuk sedan kecil. Karena hampir selama 10 tahun ini, Toyota hanya focus di model seri Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) seperti untuk produk Kijang Innova dan Fortuner.

Pada tahapan awal ini, pihak Toyota masih fokus untuk pasar domestic, namun dengan melihat performa dan pengalaman dari Toyota sepertinya penetrasi untuk pasar ekspor dapat saja dirambahnya. (Samsul Arifin – sisidunia.com)