Home » Travel & Kuliner » Travel Memilik Fungsi Besar Pada Kesehatan

Travel Memilik Fungsi Besar Pada Kesehatan



US – Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika seseorang sakit harus dibawa ke rumah sakit atau dokter setempat. Pun demikian didalam menjaga kesehatan untuk tetap melakukan aktifitas berupa olahraga serta mengkonsumsi makanan yang tepat gizi. Hingga kini, sejumlah penelitian terkait hal tersebut terus dilakukan termasuk keterkaitannya dengan travel.

Travel Memilik Fungsi Besar Pada Kesehatan

Ilustrasi

Sebagaimana diungkap oleh LATimes, Selasa (17/12/2013), sebuah komisi global pada “Aging and Transamerica Center” untuk studi pensiun yang menjadi mitra bisnis dari U.S. Travel Assn., menyatakan antara kesehatan secara fisik maupun kognitif dengan dunia traveling atau berlibur ke suatu tempat tertentu memiliki keterkaitan cukup erat.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh pihak komisi global tersebut, terdapat beberapa keterangan dimana wanita dengan intensitas liburan dua kali dalam satu tahun, memiliki risiko kecil terkena serangan mematikan jantung koroner dibandingkan mereka yang berlibur pada jarak waktu enam tahun sekali.

Kemudian para kaum adam yang tidak melakukan perjalanan liburan setidaknya satu kali dalam setahun, dinyatakan mempunyai risiko peningkatan hal tersebut hingga 20 persen. Hasil lainnya dimana setelah menjalani fase traveling, sebanyak 89 % responden dari data sampel secara keseluruhan memperlihatkan adanya penurunan tingkat stres setelah satu atau dua hari menjalaninya.

Selain itu, berdasarkan data sampel yang diambil dimana para responden tentunya adalah warga Amerika Serikat, tercatat setidaknya ada sebanyak 59 persen yang mengalami mimpi melakukan traveling setelah masa pensiun datang dengan dampak paling terasa ketika dijalani bersama keluarga inti, besar, maupun teman-temannya.

Dan hasil penelitian tersebut pun pada akhirnya menyatakan ada hubungan erat antara perjalanan menuju suatu tempat atau biasa disebut traveling dengan kesehatan utamanya penurunan risiko terkena serangan mematikan serta menakutkan yaitu jantung, depresi atau tingkat stres, maupun kesehatan otak seseorang. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)