Home » Otomotif » GM Holden Tutup Industri Otomotifnya di Australia

GM Holden Tutup Industri Otomotifnya di Australia



Australia – Menjelang masa pengunduran dirinya diberlakukan, Dan Akerson selaku CEO General Motors Holden memberikan sebuah pernyataan besar sebelum posisinya digantikan oleh Mary Barra. Pada tahun 2017, pihak Golden dinyatakan akan melakukan langkah mengejutkan dengan menutup operasi manufaktur di negara Australia.

GM Holden Tutup Industri Otomotifnya di Australia

Dan Akerson

Keputusan penutupan tersebut tentunya merupakan sebuah pukulan besar bagi industri mobil setempat. Sebagaimana lansiran pada AFP, Rabu (11/12/2013), Dan Akerson menyatakan bahwa keputusan itu merupakan hasil cerminan dari pengaruh negatif yang dihadapi industri-industri otomotif diwilayah negara terkait.

“Hal ini termasuk terus menguatnya dolar Australia, tingginya biaya produksi, kecilnya pasar domestik dan dapat dikatakan pasar otomotif paling kompetitif dan terfragmentasi didunia,” imbuhnya. Keputusan Holden ini semakin menambah panjang daftar penutupan industri otomotif di negara Australia yang kini dipimpin PM Tony Abbott.

Sebab lima tahun yang lalu pabrik otomotif asal Jepang Mitsubishi telah menutup pabriknya di Adelaide. Berikutnya pada bulan Mei tahun ini, giliran industri otomotif besar US Ford memberi pengumuman mengejutkan dengan memberhentikan proses produksi otomotifnya dipabrik-pabrik di negara Australia.

Dan kini, giliran Holden melakukan hal serupa. Akibat keputusan tersebut, alhasil pemecatan karyawan dipastikan akan berlangsung dimana selama empat tahun kedepan, pihak Holden menyatakan akan melepas 2900 pekerjanya. Terkait hal ini, Joe Hockey selaku bendahara pemerintah Australia berencana untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah negara bagian dan serikat pekerja selama masa transisi tersebut berlangsung. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)