Home » News » Penghulu Boleh Terima Amplop Tanpa Memasang Tarif

Penghulu Boleh Terima Amplop Tanpa Memasang Tarif



Jakarta โ€“ Untuk saat ini fenomena atas pemberian ampol yang diberikan kepada penghulu masih menjadi perbincangan hangat. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan bahwa sebenarnya penerimaan amplop yang diterima oleh para penghulu tersebut termasuk gratifikasi.

Penghulu Boleh Terima Amplop Tanpa Memasang Tarif

Namun banyak juga yang mengungkapkan bahwa sebenarnya penerimaan amplop tersebut wajar adanya. Dengan catatan bahwa pihak penghulu tidak memasang tariff ketika menjalankan tugas. Saat dihubungi wartawan sisidunia, Jumat (6/12/2013), anggota Komisi VIII DPR Sumarjati Arjoso mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak mengapa jika keluarga pengantin memberikan unang ala kadarnya sebagai pengganti transport.

Bahkan Sumarjati menilai bahwa penghulu menerima amplop itu wajar adanya. Hal ini dikarenakan gaji untuk seorang petugas yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) yang menjabat sebagai PNS dirasa tidak mencukupi dan di APBN sendiri tidak ada alokasi terkait transportasi untuk menikahkan di luar kantor dan juga pada hari libur.

Politikus Gerindra ini juga menytakan bahwa jika menerima uang dari masyarakat dianggap sebagai gratifikasi, maka ini akan menjadi serba repot. Dari pihak Komisi VII DPR RI memang sudah lama mengingatkan kepada Kementerian Agama mengenai biaya operasional untuk para penghulu yang diambilkan dari APBN.

Namun sayangnya sampai saat ini usultersbeut belum direalisasikan. Padahal dana yang selam ini diberikan tidak bisa diharapkan banyak. Alhasil dengan adanya kasus ini penghulu hanya bersedia menikahkan pasangan di kantor KUA saja dan di hari kerja. Padahal sebagaimana yang diketahui bahwa Kantor KUA begitu sempit dan banyak juga yang meminta untuk dinikahkan diluar kantor dan diluar jam kerja.(Rindi Ayunda – SisiDunia.Com)