Home » News » Pimpinan Pendemo Memerintahkan Menyerang Markas Polisi

Pimpinan Pendemo Memerintahkan Menyerang Markas Polisi



Bangkok โ€“ Demo yang menuntut mundurnya Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra kali ini semakin memanas. Bahkan pimpinan demo, Suthep Tahugsuban, menginstruksikan untuk melakukan penyerangan di markas polisi.

Pimpinan Pendemo Memerintahkan Menyerang Markas Polisi

Ilustrasi

Memang perintah untuk melakukan penyerangan ini turun setelah kericuhan terjadi. Bahkan pihak kepolisian juga melakukan penjagaan di sepanjang malam bahkan membentuk sebuah barikade besar dengan tujuan untuk menghalangi masuknya par apendemo ke gedung Pemerintahan uatama yang ada di Thailand.

Apabila dihitung memang aksi demo Thailand ini sudah berlangsung lebih dari satu minggu. Terlebih lagi ancaman baru terus ditujukan kepada pemerintahan, walaupun Yingluck sudah memutuskan untuk segera melaksanakan pemilihan umum.

Seperti yang dilansir dari Associated Press, Selasa (3/12/2013), Suthep mengungkapkan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai disini. Karena pihak pemerintahan sudah mencuri hal rakyat, mencoret konstitusi serta menjadikan budak. Bahkan jika rakyat gembira dengan adanya pemilu, ia menegaskan masih akan berdiri disini.

Dengan adanya desakan dari beberapa pihak, akhirnya Yingluck mengadakan jumpa pers di televisi nasional dengan nada putus asa mengungkapkan bahwa untuk saat ini belum diketahui bagaimana langkah hukum yang dilakukan untuk dapat memecahkan permasalahan ini.

Alhasil, pernyataan yang diungkapkan oleh PM terpilih tahun 2010 ini, menggambaran adanya kekacauan politik serta tidak ditemukannya solusi untuk mengakhiri konflik yang terjadi di Negeri Gajah Putih ini.

Tidak dipungkiri bahwa dengan adanya demo ini, sudah berimbas ke beberapa sektor seperti pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung pemasukan devisa bagi Thailand. Sebagaimana yang diketahui bahwa demo yang menginginkan agar Yingluck mundur dimulai pada puncak liburan akhir tahun dan juga Natal.Demo ini sudah menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 200 orang. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)