Home » News » Kenaikan Listrik Memicu Inflasi November 2013

Kenaikan Listrik Memicu Inflasi November 2013



Jakarta – Pada bulan November 2013 ini, dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terjadi inflasi sekitar 0,12 persen. Tidak hanya itu saja, inflasi untuk tahun kalender yaitu dari bulan Januari-November 2013 juga mengalami kenaikan sebesar 7,79 persen dengan year on year (yoy) mencapai 8,37 persen.

Kenaikan Listrik Memicu Inflasi November 2013

Diungkapkan oleh Kepala BPS, Suryamin dalam keterangan persnya di kantor Jakarta, Senin (2/12/2013), bahwa kenaikan inflansi di bulan November kemarin disebabkan karena beberapa hal seperti kenaikan tariff listrik, sewa rumah, harga bawang merah dan juga harga jeruk.

Tercatat untuk tarif listrik memicu kenaikan sebesar 0,09 persen. Sehingga mau tidak mau angka tersebut menjadi pendorong terjadinya inflasi. Ditambah lagi dengan kenaikan harga bawang merah mencapai 0,06 persen, jeruk 0,02 persen dan sewa rumah sebesar 0,02 persen ikut memicu terjadinya inflasi.

Walaupun demikian ada beberapa faktor yang dapat menghambat kenaikan inflasi, seperti beras, cabe merah, telur ayam, daging ayam, cabe rawit serta telur ayam. Sedangkan dari sekian factor tersebut yang menjadi penghambat teringgi dari laju inflasi adalah daging ayam dan juga beras yang dapat mencapai angka 0-1 persen.

Untuk diketahui bahwa, cabe rawit, deflasinya sebesar -0,05 persen yang hampir terjadi rata-rata keseluruhan di kota IHK. Sedangkan telur ayam memicu deflasi sebesar -0,03 persen serta cabe merah sekitar 0,02 persen. Hal ini tidak lain dikarenakan di pasaran stok dari beberapa pasokan atas beras, cabe merah, telur ayam, daging ayam, cabe rawit serta telur ayam di pasaran lebih dari cukup. (Rindi Ayunda – SisiDunia.Com)