Home » News » Abbott Berjanji Pertemuan G20 Tidak Akan Ada Aksi Penyadapan

Abbott Berjanji Pertemuan G20 Tidak Akan Ada Aksi Penyadapan



Brisbane โ€“ Masih segar diingatan di pertemuan G20 tahun 2013 yang bertempat di Rusia, Negara ini dituduh melakukan penyadapan terhadap para delegasi internasional yang ikut menghadiri acara tersebut. Oleh karena itu, G20 2014 yang akan berlangsung di Australia nanti, nampaknya pihak Australia telah berjanji untuk tidak melakukan aksi penyadapan.

Abbott Berjanji Pertemuan G20 Tidak Akan Ada Aksi Penyadapan

Sebagaimana yang diketahui saat ini bahwa Australia masih menjadi perhatian dunia akibat ulah intelijennya yang melakukan penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa pejabat tinggi Negara yang lainnya. Yang sampai saat ini pihak Australia menolak memberikan penjelasan terkait hal ini.

Dalam pertemuan G-20 yang berlangsung di Brisbane ini, Tonny Abbott telah berjanji untuk tidak akan melakukan penyadapan. Walaupun demikian, pihaknya masih akan terus mewaspadai semua pemimpin dunia yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Seperti yang dilansir dari the Brisbane Times, Senin (2/12/2013), Abbott mengungkapkan bahwa terselenggaranya pertemuan G20 dengan sukses adalah impiannya. Namun yang perlu diketahui adalah ia tidak ingin membicarakan sesuatu hal yang menjadi sebuah rahasia di hadapan publik, karena ini adalah sebuah komitmen.

Abbott juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan mengomentari permasalahan intelijen. Ia hanya ingin agar pertemuan G20 yang akan berlangsung pada tanggal 15-16 November 2014 nanti, Australia dapat menjadi tauladan dan ingin membangun sebuah perekomonian dunia yang kokoh.

Namun sepertinya bayang-bayang akan penyadapan dalam pertemuan G20 masih terus terbayang. Hal ini dikarenakan pada G20 yang berlangsung di Kanada tahun 2010 lalu saja, pihak intelijen National Security Agency (NSA) juga melakukan akasi penyadapan.

Bahkan kabar yang berkembang menyebutkan bahwa NSA telah meminta ijin ke Kanada untuk melakukan aksinya. Sayang, sampai saat ini belum diketahui siapa yang menjadi target dari NSA ketika berlangsung G20 di Kanada tersebut. (Maria Ulfa – SisiDunia.Com)