Home » News » Dampak Isu Penyadapan Akan Perlemah Pertahanan Australia

Dampak Isu Penyadapan Akan Perlemah Pertahanan Australia



Canberra โ€“ Atas aksi penyadapan yang dilakukan oleh intelijen Australia kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berdampak pada pemutusan kerjasama militer. Berdasarkan pengamatan dari militer Australia, dengan pemutusan kerjama tersebut bisa jadi pertahanan Australia akan melemah.

Dampak Isu Penyadapan Akan Perlemah Pertahanan Australia

Walaupun memang saat ini belum jelas kerjama di bidang apa saja yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia, namun nampaknya pejabat Australia merasa khawatir. Bahkan para pengamat berpendapat ketika kerjama polisi dihentikan maka akan merugikan Negeri Kanguru ini.

Terkait penyadapan ini memang Presiden SBY telah memutuskan kerjama militer termasuk didalamnya latihan gabungan militer, patroli maritim untuk mencegah imigran ilegal serta beberapa pembagian informasi intelijen.

Bahkan sebelum masalah penyadapan ini terbongkar, pihak keamanan maritim Indonesia masih membantu mencari dan menyelematkan perahu kapal imigran ilegal yang tenggelam di wilayah perairan Indonesia. Karena berdasarkan aturan internasional, memang setiap negara memiliki kewajiban untuk membawa korban ke daratan yang paling dekat.

Dimana semua kegiatan ini telah berjalan sejak Australia dipimpin oleh Abbott. Namun kini nampaknya semua ini akan berat terlaksana dikarenakan permasalahan penyadapan. Seperti yang dikutip dari The Age, Jumat (22/11/2013), Kepala the Australian Graduate School of Policing and Security at Charles Sturt University, Nick O’Brien mengakui bahwa kerjasama keamanan Indonesia dan Australia terbilang cukup sukses setelah peristiwa bom Bali.

Jika kerjama tersebut dihentikan nampaknya akan tragis, karena kerugian akan diderita oleh kedua belah pihak. Sedangkan pengamat Indonesia yang berasal dari Lowy Institute Dave McRae mengungkapkan bahwa sebenarnya Presiden SBY tidak memiliki banyak pilihan, mengingat sikap pemerintah Australia yang tidak memberikan tanggapan apapun.(Maria Ulfa – SisiDunia.Com)