Home » News » Aiptu Koeshendratna dan Bripka Ahmad Maulana Mendapatkan KPLBA

Aiptu Koeshendratna dan Bripka Ahmad Maulana Mendapatkan KPLBA



Jakarta – Meninggalnya almarhum Aiptu Koeshendratna dan Bripka Ahmad Maulana dikarenakan ditembak orang yang tidak dikenal, membuat Mabes Polri memberikan anugrah berupa kenaikan pangkat. Keduanya meninggal semalam tepatnya di sekitar  Jalan Graha Raya, Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Aiptu Koeshendratna dan Bripka Ahmad Maulana Mendapatkan KPLBA

Upacara penghormatan untuk korban

Dimana kenaikan pangkat tersebut diambil berdasarkan Keputusan Kapolri mengenai kenaikan pangkat luar biasa. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Sabtu (17/8/2013) bahwa berdasarkan surat dengan nomor  Kep/576/VIII/2013 pada tanggal 17-8-2013, kedua almarhum mendapatkan KPLBA (Kenaikan Pangkat Luar Biasa).

Untuk Aiptu Koeshendratna menjadi Ipda dan untuk Bripka Ahmad Maulana naik pangkat menjadi Aipda. Sebagai informasi bahwa pada pukul 21.30 WIB, kedua anggota dari Polsek Pondok Aren tersebut meninggal karena peluru.

Kejadian diawali dengan setelah apel dalam rangka memperingati hari 17 Agustus, Aipda Koes melakukan patroli. Namun kemudian dipepet orang yang tak dikenal mengendari Mio berwarna hitam dan mengarahkan tembakan di belakang kepala dari Aiptu Koes. Alhasil ia langsung jatuh tersungkur.

Mengetahui hal tersebut di belakangnya tim buser dengan memakai mobil Avanza yang berjumlah 4 orang mengejar dan menabrak pelaku. Sayang mobil yang ditumpangi terperosok ke got tanggul jalan dan sopirnya Bripka Ahmad Maulana kena tembak dari pelaku dan meninggal ditempat.

Pada akhirnya terjadi baku tembak, namun pelaku dapat melarikan diri dengan merampas motor dari warga dan lari ke arah Pamulang. Motor Mio hitam milik pelaku ditinggal, bahkan saksi mata menyatakan bahwa para pelaku masih memegang pistol dan ada juga yang terluka. Atas insiden ini, kedua jenazah anggota Polri ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan untuk kemudian dibawa ke rumah duka. (Rindi Ayunda)