Home » News » ICW Ingin Pengadilan Tipikor Lebih Tegas

ICW Ingin Pengadilan Tipikor Lebih Tegas



Jakarta – Bertempat di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2013), dalam jumpa pers nya, Emerson Yuntho selaku Koordinator bidang Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam acara “Trend Vonis Korupsi Semester I 2013” mengungkapkan bahwa untuk saat ini Pengadilan Tipikor berada dalam status siaga satu.

ICW Ingin Pengadilan Tipikor Lebih Tegas

ICW

Hal ini dikarenakan selama ini Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dinilai ICW selalu menvonis para koruptor dengan hukuman yang selalu ringan. Sehingga tidak menimbulkan rasa jera. Dari pemantauan ICW, selama ini para koruptor hanya divonis hukuman selama satu atau lima tahun penjara.

Dari 33 Pengadilan Tipikor yang tersebar di seluruh Indonesia, terinci lima orang hakim Tipikor yang ada di daerah tersandung masalah korupsi. Dengan demikian ini hanya masalah waktu saja, karena sewaktu-waktu bom waktu untuk Tipikor akan meledak.

Emerson juga menuturkan bahwa prosentase hakim Tipikor yang menvonis para korupsi dengan sepuluh tahun penjara sangat kecil jumlahnya. Memnag jika dilihat dari tahun 2005 hingga 2013, trennya telah menurun. Namun prosentase hukumannya cenderung lebih ringan.

Padahal kasus korupsi yang telah ditangani oleh Tipikor dari tahun 2010-2013, Negara dirugikan sebesar Rp 6,4 Triliun. Namun tipikor bertindak belum tegas selama ini.. Dari data ICW selama ini memang kasus korupsi menjerat sekitar 234 anggota DPRD, 231 orang pegawai dinas dan sisanya adalah mantan pejabat dan juga staf pemerintahan.
Sedangkan dari aparat penegak hukum prosentasenya masih kecil. DIharapkan Pengadilan Tipikor lebh jeli mengamati keadaan saat ini. Publik tentunya ingin para penegak hukum memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi. (Rindi Ayunda – SisiDunia.Com)